Stefan Effenberg Sosok Gelandang Kontroversial Yang Sebagian Besar Karirnya

Stefan Effenberg Sosok Gelandang Kontroversial Yang Sebagian Besar Karirnya 

Casino Indonesia - Stefan Effenberg. Sosok Gelandang Kontroversial yang sebagian besar karirnya membela Borussia Monchengladbach dan Bayern Munchen ini dikenal sebagai sosok yang kontroversional dan tempramen, di mana ia tidak ragu untuk menyemprot rekan-rekan setimnya jika melakukan kesalahan. Ia juga dikenal sebagai salah satu sosok yang paling tidak disiplin dalam sejarah Bundesliga, di mana ia pensiun dengan mengumpulkan total 109 Kartu kuning.

Meski terkenal memiliki tempramen yang buruk, bukan berarti kemampuannya juga ikut buruk. Ia sempat mendapat predikat sebagai gelandang terbaik Jerman, di mana ia memiliki tembakan dan kekuatan fisik yang sangat kuat serta akurasi umpan yang menakjubkan. Namun sekali lagi banyak yang menyayangkan karakternya yang kontroversional, sehingga ia baru masuk ke tim senior Jerman pada tahun 1991 saat ia berusia 23 tahun.

Ia mendapat debutnya bagi Timnnas Jerman pada pertandingan kualifikasi Euro 1992, saat ia menjadi pemain pengganti kontra Wales. Meski hanya bermain selama 18 menit, pelatih Timnas Jerman saat itu, Berti Vortgs melihat potensi besar Effenberg sehingga ia selalu tampil dalam susunan pemain yang ia bawa hingga Euro 1992 di gelar di Swedia.

Pada turnamen utama Euro 1992, Effenberg menjadi pilihan utama Pelatih Vortgs. Ia tampil mengesankan pada turnamen Euro 1992 di mana ia membuat gol debutnya bagi Der Panzer saat menghadapi Skotlandia di fase grup. Berkat penampilannya yang konsisten, ia bersama dengan rekan-rekan setimnya sukses menembus partai Final Euro 1992 menghadapi Denmark. Namun sayangnya pada partai Final tersebut, Jerman harus keluar sebagai Runner Up saat Der Panzer tidak mampu membalas dua gol Denmark yang diciptakan John Jensen dan Kim Vilfort.

Meski hanya mencetak satu gol, penampilan Effenberg bersama timnas Jerman mendapat apresiasi tinggi dari Sepakbola Dunia, khususnya UEFA. Effenberg masuk kedalam Euro 1992 Team of The Tournament bersanding dengan nama-nama gelandang beken seperti Ruud Gullit, Thomas Habler, dan Brian laudrup. Namun sayang karena sikapnya yang kerap membuat kontroversi membuatnya harus 'mengakhiri' karirnya di Der Panzer lebih cepat.

Kejadian itu terjadi pada Piala Dunia 1994, di mana ia mengacungkan jari tengahnya kepada para pendukung Jerman di Cotton Bowl. Peringainya tersebut memancing kemarahan Berti Vogts, yang mendeklarasikan karir Effenberg di Timnas Jerman resmi berakhir. Namun Effenberg baru bisa bermain bagi Der Panzer 4 tahun berselang, setelah pelatih Berti Bogts mengundurkan diri dari Timnas Jerman. Pertandingan uji coba tersebut menjadi pertandingan terakhirnya mengenakan seragam timnas Jerman.

Ost : Casino Online Indonesia